Minggu, 20 Maret 2011

RENUNGAN

’Kasih itu berasal dari Allah’’
“Allah memberikan kepada kita, bukan roh pengecut, melainkan roh kuasa dan roh kasih dan roh pikiran yang sehat.”
2 Timotius 1:7

Allah adalah personifikasi dan sumber dari kasih itu sendiri. “Saudara-saudara yang kukasihi, biarlah kita terus mengasihi satu sama lain, karena kasih itu dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi telah dilahirkan dari Allah, dan mendapat pengetahuan tentang Allah. Ia yang tidak mengasihi tidak mengenal Allah, karena Allah adalah kasih”(1 Yohanes 4:7-8). Jadi kasih seperti yang Allah miliki dapat berkembang dalam diri seseorang hanya jika ia mendekatkan diri kepada Allah melalui pengetahuan yang seksama dan bertindak menurut pengetahuan itu dengan ketaatan yang sepenuh hati.(Filipi 1:9 dan Yakobus 4:8, 1 Yohanes 5:3.
Dalam doa terakhir-Nya bersama 11 rasul-Nya yang setia, Yesus memperlihatkan kaitan antara mengenal Allah dan bertumbuh dalam kasih, dengan mengatakan :”Aku telah memberitahukan namamu kepada mereka dan akan memberitahukannya, agar kasih yang engkau limpahkan kepada-Ku ada dalam diri mereka dan Aku dalam persatuan dengan mereka (Yohanes 17:26). Yesus membantu murid-murid-Nya memupuk jenis kasih yang terjalin antara Dia dan Bapa-Nya. Dengan kata –kata dan teladan, Ia menyingkapkan apa yang diwakili oleh nama Allah yaitu sifat-sifat Allah yang mengagumkan. Itu sebabnya Yesus mengatakan : “Ia yang telah melihat Aku telah melihat Bapa juga”( Yohanes 14:9-10 Dan Yohanes 17:8 ).
Kasih seperti Kristus merupakan produk Roh Kudus Allah. (Galatia 5:22, Yohanes 14:26 ;15:26, dan Kisah para rasul 5:28-29). Seorang yang mempunyai kasih sanggup melakukan hal-hal yang melampaui akal sehat manusia. Yesus bahkan berkata bahwa tiada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya. Yesus sendiri telah membuktikan hal tersebut dengan mengorbankan hidup-Nya bagi penebusan kita orang-orang yang berdosa. Mati menanggung dosa kita, mengangkat kita dari keterpurukan hidup kita, yang telah diperhamba oleh dosa. Melayakkan kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa. Memperbarui hidup kita, menyertai kita, dan yang paling utama adalah menjamin setiap kita mendapatkan hidup yang kekal.
Tanpa kasih, tidak mungkin Ia melakukan-Nya. Ia mengasihi kita dengan kasih yang tulus. Banyak hal yang telah kita lakukan yang telah menyakitkan hatinya. Setiap pikiran kita selalu berakhir dengan dosa. Tabiat asli dari manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa dari Adam dan Hawa telah membawa kita jatuh ke dalam dosa dan kemuliaan yang telah Allah berikan kepada kita telah terampas oleh iblis. Tapi karena kasih Allah yang besar terhadap kita, Ia mencari kita anak-anak –Nya yang telah hilang untuk memperloleh hidup kekal melalui penebusan dosa oleh darah Yesus.
Jadi hiduplah dalam kasih sebab Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu, hiduplah dalam pengampunan terhadap sesama karena Allah terlebih dahulu mengampuni kita, hiduplah dalam pendamaian karena Kristus telah mengadakan pendamaian dengan darah-Nya.
                                                                                                                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar